MENJADI KAMERAMEN LIPUTAN ACARA CEREMONIAL

MENJADI KAMERAMEN LIPUTAN ACARA CEREMONIAL ( Perkawinan, Khataman, Acara Resmi Dll) Oleh : Miftahul Huda

                 Menjadi kameramen komersil pada acara ceremonial memang terkadang cukup membosankan, dan bisa di katakan susah susah gampang. Tapi inti nya segala profesi kalau kita nikmati akan terasa asyik dan menyenangkan, apalagi kita memiliki hoby di bidang videography atau Motion Picture Photography (MPP), maka apa yang kita kerjakan terasa akan memiliki kepuasan tersendiri, terutama dari pengambilan gambar yang memiliki konsep serta karakter tertentu yang terkadang membuat imajinasi kita untuk semakin termotivasi untuk meningkatkan hasil karya kita.

Saya akan sedikit sharing kepada kawan kawan yang mungkin hobby nya sama dengan saya mengenai menjadi seorang kameramen dalam acara ceremonial. Saya akan membagi pengalaman berdasarkan apa yang biasa saya alami di lapangan, juga berdasarkan disiplin ilmu yang saya dapatkan dari jalur non formal. Perlu di ketahui, bahwa saya dahulu juga berangkat dari nol menganai dunia Videography, namun alhamdulilah berkat berbagai perjalanan serta proses belajar saya dengan berbagai guru dan media juga pengalaman di lapangan membuat saya saat ini alhamdulilah memiliki sedikit pengetahuan mengani dunia Videography, bahkan alhamdulilah beberapa tahun terakhir saya dan kawan kwan membuat suatu komunitas perfilamn Independent yang kami namai SIMPANG MANDIRI PRODUCTION. Untuk melihat beberapa karya dari kami bisa langsung melihat nya di beberapa blog yang kami buat berikut ini:

  1. www.smpkayong.wordpress.com                     ( No Update )
  2. www.filmkalbar.wordpress.com                         ( update)
  3. www.youtube.com/gunthuur                             (update )
  4. www.klinikstudi.wordpress.com                        ( update )
  5. www.smeentertaintment.multiply.com
  6. fb/email : simpang_entertaint@yahoo.com

Baiklah langsung saja kita akan membahas mengenai bagaimana menjadi seorang kameramen dalam acara ceremonial. Namun sebelum berbicara masalah tekhnis saya akan memberikan garis garis besar karakter seorang kameramen yang baik secara umum harus memahami dan memperhatikan hal hal sebagai berikut:

  1. 1.       Camera Angle (Sudut pengambilan Objek)

Dalam hal ini Sudut pengambilan kamera harus di perhatikan, tentu nya sebagai kameramen di tuntut untuk dapat berkreasi dalam menentukan sudut pengambilan yang paling baik. Adapun salah satu contoh angle pengambilan yang baik adalah angle yang jarang kita lihat seperti posisi pengambilan dari bawah, dari atas, atau angle angle tertentu yang unik.

  1. 2.       Compotition (Komposisi pengambilan)

Angle yang menarik tanpa di dukung dengan Komposisi yang pas rasa nya seperti sayur tanpa garam. Komposisi yang di maksudkan di sini sang kameramen juga harus mempertimbangkan area lebih seperti frame yang akan  di buat nanti  saat editing, atau bila perlu juga harus mempertimbangkan chrome key yang akan di berikan dan sebagai nya.

  1. 3.       Camera  Movment ( perpindahan Kamera )

Salah satu yang sering menjadi masalah sang kameramen adalah perpindahan kamera  baik pergerakan menyapu atau perpindahan mengikuti gerak objek. Dalam hal ini kameramen harus berkonsentrasi dengan objek agar tidak ketinggalan sedetik moment pun yang bisa membuat buyar kesan suatu liputan..

  1. 4.       Consep

Konsep di maksud di sini adalah di mana sang kameramen sebelum ia memulai memencet tombol REC maka di haruskan sang kameramen harus memiliki sebuah Konsep yang tersimpan dalam fikiran nya tentang objek yang akan di ambil. Konsep – konsep tersebut misal nya ; mengapa saya me REC Objek ini ? berapa lama saya akan menyudahi nya ? nilai apa yang tersirat dari Objek ini ? dan lain sebagai nya. Nah jika kameramen memiliki dari contoh jawaban – jawaban tersebut, maka di jamin objek yang tereksploitasi akan memiliki arti. Konsep sangat penting karena tanpa ada nya konsep hasil nya akan hambar bahkan blank tanpa makna.

  1. 5.       Character Cameramen

Sebagai kameramen yang baik, maka ia harus memiliki karakter yang tidak bisa di tawar lagi yaitu Profesional dan proporsional, Misal nya ia harus mengetahui hal – hal yang dilarang saat pengambilan objek seperti memainkan Zoom yang terkadang tidak di perlukan, baik IN atau OUT kecuali di bantu dengan alat, sehingga kesan liputan tidak terasa amatiran.

  1. 6.       Camera Moment (Dengan Menggunakan Satu Kamera)

Tentu nya anda pernah melihat  suatu liputan dengan moment ternetu, (semisal acara Sambutan), dalam liputan tersebut terlihat gambar dan audionya terpotong potong tidak beraturan, bahkan terkadang antara satu kalimat dengan kalimat yang lain tidak nyambung sehingga tidak bisa kita nikmati, atau kita tidak bisa menangkap pesan apa yang di sampaikan oleh seseorang yang memberi sambutan dalam liputan tersebut. Seorang kameramen yang benar ketika me REC seseorang yang memberi sambutan adalah, ia harus membagi beberapa segment dalam ia meliput yakni : segment yang pertama berapa lama ia harus Me REC si Objek (MISAL 5 Menit tanpa henti sampai klimaks pembahasan dalam apa yang ia sampaikan kemudian OFF), kemudian segment ke dua ia harus mengambil gambar secara candied, estabilish dengan berbagai view dan angle dalam beberapa detik, tujuan nya nanti ketika editing stock gambar segment ke dua ini dapat untuk di jadikan komparasi dari Segment yang pertama tersebut.

Kemudian Contoh kasus berikutnya dengan menggunakan satu kamera ; tentunya pernah anda melihat hasil gambar suatu liputan penting yang sangat kacau balau, ( MISAL ; SAAT penanda tanganan/ peresmian seorang pejabat negara ), di dalam liputan tersebut kita melihat betapa kacau nya gambar, seakan akan seperti gempa bumi, bahkan sangking kacau nya moment yang sangat penting tidak bisa di dapatkan. Hal ini di karenakan berbagai faktor di antara nya : yang pertama; tidak siap nya sang kameramen dengan situasi tersebut, ( maka di sarankan sang kameramen terlebih dahulu harus tau bagaimana jalan nya acara, bila perlu harus mengikuti gladi bersih. Yang ke dua bisa juga di karena grogi nya sang kameramen karena tidak terbiasa dengan situasi tersebut. Maka dengan faktor faktor tersebut saya beri masukan pada anda yang menjadi kameramen agar menyiapkan diri anda sebelumnya mengenai Apa yang harus anda liput, termasuk juga di mana posisi anda saat meliput. Hal tersebut bertujuan agar moment terpenting dalam suatu acara tidak ketinggalan saat kita Rec, karena jika ketinggalan anda dan pelanggan anda akan menyasal dengan hasil liputan anda tersebut. Tentunya hal ini anda tidak ingin terjadi buykan ?

Kemudian Contoh kasus berikutnya masih menggunakan satu kamera: saya yakin anda juga pernah menyaksikan acara liputan perkawinan pada saat mengambil gambar di panggung hiburan terlihat gambarnya bergerak tidak menentu dan terkadang suara nya terpenggal penggal sehingga lagu yang di shoot tersebut tidak dapat di nikmati. Saya tau maksud sang kameramen seperti itu, ya kurang lebih maksudnya adalah supaya tidak ketinggalan moment sehingga ia memenggal menggal rekaman dengan di campur berbagai gambar. CARA pengambilan yang benar adalah ; ambil beberapa lagu secara full sesuai dengan durasi dan stock candied yang anda ambil, bila perlu anda merekam audio nya terpisah dari kamera, yakni memakai rekaman via mixer sehingga kwalitas audionya menjadi bersih. Dalam pengambilan gambar lagu secara full tersebut semisal lma menit dalam satu lagu, jangan sesekali anda potong potong, sekalipun pergerakan kamera kesana kemari dengan mengambil beberapa view yang berbeda jangan sesekali anda putuskan REC anda, biarlah stock candied nya nanti yang akan di jadikan penambal gambar yang bergoyang sekaligus sebagai komparasi liputan agar tidak terkesan monoton.

Saya sengaja memberikan penjelasan mengenai satu kamera, karena selain proses nya simpel, kita akan lebih mudah mengaturnya, namun jika anda memang inginkan dengan memakai dua kamera dan beberapa operator yang di perlukan, ya monggo silahkan saja, asalkan anda pandai pandai mengatur moment mana yang harus ditangkap kamera satu dan moment mana yang harus di tangkap kamera ke dua dan seterusnya. Dan tentu nya management sebuah tim memiliki tantangan dan kepuasan tersendiri.

  1. 7.       Camera View

Di maksudkan di sini adalah pandangan kamera seakan – akan mewakili sang objek,  biasa juga di sebut Point of View, misalnya sang objek duduk di depan teras rumah kemudian menoleh ke arah jalan …….nah saat ia menoleh tersebut di wakili oleh kamera seakan – akan ia yang menoleh.

Di samping kemampuan management tim dan skil pengambilan gambar hasil akhir suatu liputan juga di tentukan di meja editing. Di meja editing inilah hasil final akan di tentukan, dan tentunya juga memerlukan waktu yang lebih lama dari pengambilan gambarnya. Bisa saja waktu editing nya singkat, namun saya yakin 100 % hasilnya akan di bawah angka 5. namun perlu di ingat dan DI CATAT bahwa editing bukanlah tumpuan dari hasil baik yang kita harapkan. PENGAMBILAN GAMBAR adalah syarat utama dalam suatu liputan. Jika pengambilan gambar sudah tidak memenuhi sama sekali dalam kriteria videography yang saya jelaskan di atas, maka biarpun Malaikat yang melakukan editing, tetap saja hasilnya akan tidak baik. Dan begitu juga sebaliknya apabila pengambilan gambar sudah baik namun sang editornya tidak  paham dengan apa yang di maksudkan oleh sang kameramen maka, biar kameramen yang turun dari syurga pun hasilnya juga tetap tidak akan baik. Maka itulah penting nya sebuah management produksi dalam suatu liputan. Siapa Director Photography nya, siapa kameramen , crew, juga editor semua harus memahami setiap bidang masing masing dan di anjurkan juga memahami di bidang crew yang lain supaya semua kompenen saling bisa bersynergi.

Beberapa kesalahan fatal beserta solusi dalam liputan ceremonial di antara nya adalah :

  1. 1.       Monoton

Kasus : Pernahkah anda melihat seorang kameramen dengan makai satu kamera memasang tripod di depan pelaminan atau suatu acara tertentu, kemudian saat acara mulai ia menekan tombol rec hingga acara selesai tanpa merubah rubah posisi kamera ?. saya yakin di antara anda sering melihat hal tersebut. Wal hasil ketika telah tercipta menjadi suatu kepingan VCD/SVCD/DVD, hasilnya terlihat monoton dan sangat menjemukan sekali.

Solusi : walaupun dengan satu kamera jika seorang kameramen tersebut kreatif maka hasil dari lupatan nya akan memiliki konsep sehingga sang editor akan bisa membuatnya untuk tidak monoton. Sasaran utama sang kameramen memang pasangan pengantin di pelaminan, namun bukan berarti ia harus terus menerus kta ambil gambar nya, karena objek objek menarik lain sebagai pendukung lengkap nya suatu liputan juga tidak bisa di abaikan. Pengomparasian suatu gambar adalah salah satu solusi agar hasil liputan tidak terkesan monoton. Hal ini tentu nya juga tidak terlepas dari tekhnik editing dan kemampuan sang editor dalam mengolah hasil gambar dari sang kameramen.

  1. 2.       Gambar Penuh Noise dan Backlight

Kasus : gambar berbintik bintik karena gelap atau cahaya yang tidak cukup, dan objek yang gelap karena di belakang nya terdapat sinar lampu atau cahaya yang bertabarakan dengan arah                lensa kamera ( Backlight). Hal ini akan menimbulkan ketidak nyamanan kita melihat hasil liputan tersebut.

Solusi :

–    Gunakan lighting di tempat tempat yang kekurangan cahaya sekalipun siang hari

–    Gunakan Fasilitas manual untuk menghilangkan backlight di kamera ( jika ada ) untuk tempat tempat yang di rasa backlight.

  1. 3.       Gambar Tidak Beraturan

Kasus : Tentunya anda pernah melihat hasil luputan seperti layaknya gempa bumi. Selain hasilnya sangat tidak nyaman di lihat hal ini tentunya juga mencedrai citra kameramen yang seharusnya bisa bekerja sesau dengan porsi nya.

Solusi  :    

–          Hal di atas terkadang di akibatkan karena sang kameramen grogi, sehingga konsep yang di rancang sebelumnya menjadi blank, bahkan mengakibatkan gambar yang ia ambil juga tidak beraturan akibat pengaruh dengan kondisi psikologis yang tidak bisa ia kuasai. Maka solusi nya tenangkanfikiran dan berusaha fokus dengan apa yang anda kerjakan, bila perlu HP anda matikan dan jangan layani orang mengajak bicara jika tidak ada kaitan nya dengan pekerjaan anda, karena hal tersebut bisa mengganggu konsentrasi anda saat bekerja.

–          Gunakanlah Tripod atau monopod jika tidak memakai alat tersebut kondisikanlah tempat senayaman mungkin untuk bisa mengambil gambar dengan baik.

–          Jangan biasakan memakai LCD untuk melihat gambar, tapi pakailah Viewvinder sekalipun agak sedikit sulit, hal ini bertujuan supaya anda leboh fokus pada objek dan tidak terpengaruh dengan hgal hal lain.

Mungkn sekian dulu penjelasan dari saya, karena berhubung keterbatasan waktu saya akan menyambungnya lain kali, atau anda bisa menghubungi saya di 085245939788. dan anda juga melihat contoh hasil liputan kami di www.youtube.com/gunthuur          dan  www.klinikstudi.wordpress.com. Sekian terima kasih semoga bisa membantu.

Iklan