Testimoni Nelvi KDI Di Kayong Utara

Iklan
By klinikstudio

Dua Tembang Perdana Nelvi KDI Show Di Kayong Utara Part 1

MASIH PANAS, BARUSAN SAJA KELUAR DARI TUNGKU EDITING, ………..
Moment pada tanggal 3 Juli saat NELVI KDI Live SHOW DI Desa Rantau Panjang Kecamatan simpang Hilir Kabupaten Kayong Utara Kalimantan Barat.

PRODUKSI : Simpang Mandiri Production
CREW : Leo Waldy Putra Kku, Arief Aditya, Redhow Rido Ridho, Muhammad Muhlis, Bintang Pertiwi, Miftahul Huda

yok Kita INITIP di sini

By klinikstudio Dengan kaitkata

Gold Reportage Part 1

Mau lihat kemeriahan pesta pernikahan yang diiringi oleh Artis Lokal dan Artis dari Jakarta?. ayo intip intip di sini sekaligus saksikan testimoninya

By klinikstudio

MENJADI KAMERAMEN LIPUTAN ACARA CEREMONIAL

MENJADI KAMERAMEN LIPUTAN ACARA CEREMONIAL ( Perkawinan, Khataman, Acara Resmi Dll) Oleh : Miftahul Huda

                 Menjadi kameramen komersil pada acara ceremonial memang terkadang cukup membosankan, dan bisa di katakan susah susah gampang. Tapi inti nya segala profesi kalau kita nikmati akan terasa asyik dan menyenangkan, apalagi kita memiliki hoby di bidang videography atau Motion Picture Photography (MPP), maka apa yang kita kerjakan terasa akan memiliki kepuasan tersendiri, terutama dari pengambilan gambar yang memiliki konsep serta karakter tertentu yang terkadang membuat imajinasi kita untuk semakin termotivasi untuk meningkatkan hasil karya kita.

Saya akan sedikit sharing kepada kawan kawan yang mungkin hobby nya sama dengan saya mengenai menjadi seorang kameramen dalam acara ceremonial. Saya akan membagi pengalaman berdasarkan apa yang biasa saya alami di lapangan, juga berdasarkan disiplin ilmu yang saya dapatkan dari jalur non formal. Perlu di ketahui, bahwa saya dahulu juga berangkat dari nol menganai dunia Videography, namun alhamdulilah berkat berbagai perjalanan serta proses belajar saya dengan berbagai guru dan media juga pengalaman di lapangan membuat saya saat ini alhamdulilah memiliki sedikit pengetahuan mengani dunia Videography, bahkan alhamdulilah beberapa tahun terakhir saya dan kawan kwan membuat suatu komunitas perfilamn Independent yang kami namai SIMPANG MANDIRI PRODUCTION. Untuk melihat beberapa karya dari kami bisa langsung melihat nya di beberapa blog yang kami buat berikut ini:

  1. www.smpkayong.wordpress.com                     ( No Update )
  2. www.filmkalbar.wordpress.com                         ( update)
  3. www.youtube.com/gunthuur                             (update )
  4. www.klinikstudi.wordpress.com                        ( update )
  5. www.smeentertaintment.multiply.com
  6. fb/email : simpang_entertaint@yahoo.com

Baiklah langsung saja kita akan membahas mengenai bagaimana menjadi seorang kameramen dalam acara ceremonial. Namun sebelum berbicara masalah tekhnis saya akan memberikan garis garis besar karakter seorang kameramen yang baik secara umum harus memahami dan memperhatikan hal hal sebagai berikut:

  1. 1.       Camera Angle (Sudut pengambilan Objek)

Dalam hal ini Sudut pengambilan kamera harus di perhatikan, tentu nya sebagai kameramen di tuntut untuk dapat berkreasi dalam menentukan sudut pengambilan yang paling baik. Adapun salah satu contoh angle pengambilan yang baik adalah angle yang jarang kita lihat seperti posisi pengambilan dari bawah, dari atas, atau angle angle tertentu yang unik.

  1. 2.       Compotition (Komposisi pengambilan)

Angle yang menarik tanpa di dukung dengan Komposisi yang pas rasa nya seperti sayur tanpa garam. Komposisi yang di maksudkan di sini sang kameramen juga harus mempertimbangkan area lebih seperti frame yang akan  di buat nanti  saat editing, atau bila perlu juga harus mempertimbangkan chrome key yang akan di berikan dan sebagai nya.

  1. 3.       Camera  Movment ( perpindahan Kamera )

Salah satu yang sering menjadi masalah sang kameramen adalah perpindahan kamera  baik pergerakan menyapu atau perpindahan mengikuti gerak objek. Dalam hal ini kameramen harus berkonsentrasi dengan objek agar tidak ketinggalan sedetik moment pun yang bisa membuat buyar kesan suatu liputan..

  1. 4.       Consep

Konsep di maksud di sini adalah di mana sang kameramen sebelum ia memulai memencet tombol REC maka di haruskan sang kameramen harus memiliki sebuah Konsep yang tersimpan dalam fikiran nya tentang objek yang akan di ambil. Konsep – konsep tersebut misal nya ; mengapa saya me REC Objek ini ? berapa lama saya akan menyudahi nya ? nilai apa yang tersirat dari Objek ini ? dan lain sebagai nya. Nah jika kameramen memiliki dari contoh jawaban – jawaban tersebut, maka di jamin objek yang tereksploitasi akan memiliki arti. Konsep sangat penting karena tanpa ada nya konsep hasil nya akan hambar bahkan blank tanpa makna.

  1. 5.       Character Cameramen

Sebagai kameramen yang baik, maka ia harus memiliki karakter yang tidak bisa di tawar lagi yaitu Profesional dan proporsional, Misal nya ia harus mengetahui hal – hal yang dilarang saat pengambilan objek seperti memainkan Zoom yang terkadang tidak di perlukan, baik IN atau OUT kecuali di bantu dengan alat, sehingga kesan liputan tidak terasa amatiran.

  1. 6.       Camera Moment (Dengan Menggunakan Satu Kamera)

Tentu nya anda pernah melihat  suatu liputan dengan moment ternetu, (semisal acara Sambutan), dalam liputan tersebut terlihat gambar dan audionya terpotong potong tidak beraturan, bahkan terkadang antara satu kalimat dengan kalimat yang lain tidak nyambung sehingga tidak bisa kita nikmati, atau kita tidak bisa menangkap pesan apa yang di sampaikan oleh seseorang yang memberi sambutan dalam liputan tersebut. Seorang kameramen yang benar ketika me REC seseorang yang memberi sambutan adalah, ia harus membagi beberapa segment dalam ia meliput yakni : segment yang pertama berapa lama ia harus Me REC si Objek (MISAL 5 Menit tanpa henti sampai klimaks pembahasan dalam apa yang ia sampaikan kemudian OFF), kemudian segment ke dua ia harus mengambil gambar secara candied, estabilish dengan berbagai view dan angle dalam beberapa detik, tujuan nya nanti ketika editing stock gambar segment ke dua ini dapat untuk di jadikan komparasi dari Segment yang pertama tersebut.

Kemudian Contoh kasus berikutnya dengan menggunakan satu kamera ; tentunya pernah anda melihat hasil gambar suatu liputan penting yang sangat kacau balau, ( MISAL ; SAAT penanda tanganan/ peresmian seorang pejabat negara ), di dalam liputan tersebut kita melihat betapa kacau nya gambar, seakan akan seperti gempa bumi, bahkan sangking kacau nya moment yang sangat penting tidak bisa di dapatkan. Hal ini di karenakan berbagai faktor di antara nya : yang pertama; tidak siap nya sang kameramen dengan situasi tersebut, ( maka di sarankan sang kameramen terlebih dahulu harus tau bagaimana jalan nya acara, bila perlu harus mengikuti gladi bersih. Yang ke dua bisa juga di karena grogi nya sang kameramen karena tidak terbiasa dengan situasi tersebut. Maka dengan faktor faktor tersebut saya beri masukan pada anda yang menjadi kameramen agar menyiapkan diri anda sebelumnya mengenai Apa yang harus anda liput, termasuk juga di mana posisi anda saat meliput. Hal tersebut bertujuan agar moment terpenting dalam suatu acara tidak ketinggalan saat kita Rec, karena jika ketinggalan anda dan pelanggan anda akan menyasal dengan hasil liputan anda tersebut. Tentunya hal ini anda tidak ingin terjadi buykan ?

Kemudian Contoh kasus berikutnya masih menggunakan satu kamera: saya yakin anda juga pernah menyaksikan acara liputan perkawinan pada saat mengambil gambar di panggung hiburan terlihat gambarnya bergerak tidak menentu dan terkadang suara nya terpenggal penggal sehingga lagu yang di shoot tersebut tidak dapat di nikmati. Saya tau maksud sang kameramen seperti itu, ya kurang lebih maksudnya adalah supaya tidak ketinggalan moment sehingga ia memenggal menggal rekaman dengan di campur berbagai gambar. CARA pengambilan yang benar adalah ; ambil beberapa lagu secara full sesuai dengan durasi dan stock candied yang anda ambil, bila perlu anda merekam audio nya terpisah dari kamera, yakni memakai rekaman via mixer sehingga kwalitas audionya menjadi bersih. Dalam pengambilan gambar lagu secara full tersebut semisal lma menit dalam satu lagu, jangan sesekali anda potong potong, sekalipun pergerakan kamera kesana kemari dengan mengambil beberapa view yang berbeda jangan sesekali anda putuskan REC anda, biarlah stock candied nya nanti yang akan di jadikan penambal gambar yang bergoyang sekaligus sebagai komparasi liputan agar tidak terkesan monoton.

Saya sengaja memberikan penjelasan mengenai satu kamera, karena selain proses nya simpel, kita akan lebih mudah mengaturnya, namun jika anda memang inginkan dengan memakai dua kamera dan beberapa operator yang di perlukan, ya monggo silahkan saja, asalkan anda pandai pandai mengatur moment mana yang harus ditangkap kamera satu dan moment mana yang harus di tangkap kamera ke dua dan seterusnya. Dan tentu nya management sebuah tim memiliki tantangan dan kepuasan tersendiri.

  1. 7.       Camera View

Di maksudkan di sini adalah pandangan kamera seakan – akan mewakili sang objek,  biasa juga di sebut Point of View, misalnya sang objek duduk di depan teras rumah kemudian menoleh ke arah jalan …….nah saat ia menoleh tersebut di wakili oleh kamera seakan – akan ia yang menoleh.

Di samping kemampuan management tim dan skil pengambilan gambar hasil akhir suatu liputan juga di tentukan di meja editing. Di meja editing inilah hasil final akan di tentukan, dan tentunya juga memerlukan waktu yang lebih lama dari pengambilan gambarnya. Bisa saja waktu editing nya singkat, namun saya yakin 100 % hasilnya akan di bawah angka 5. namun perlu di ingat dan DI CATAT bahwa editing bukanlah tumpuan dari hasil baik yang kita harapkan. PENGAMBILAN GAMBAR adalah syarat utama dalam suatu liputan. Jika pengambilan gambar sudah tidak memenuhi sama sekali dalam kriteria videography yang saya jelaskan di atas, maka biarpun Malaikat yang melakukan editing, tetap saja hasilnya akan tidak baik. Dan begitu juga sebaliknya apabila pengambilan gambar sudah baik namun sang editornya tidak  paham dengan apa yang di maksudkan oleh sang kameramen maka, biar kameramen yang turun dari syurga pun hasilnya juga tetap tidak akan baik. Maka itulah penting nya sebuah management produksi dalam suatu liputan. Siapa Director Photography nya, siapa kameramen , crew, juga editor semua harus memahami setiap bidang masing masing dan di anjurkan juga memahami di bidang crew yang lain supaya semua kompenen saling bisa bersynergi.

Beberapa kesalahan fatal beserta solusi dalam liputan ceremonial di antara nya adalah :

  1. 1.       Monoton

Kasus : Pernahkah anda melihat seorang kameramen dengan makai satu kamera memasang tripod di depan pelaminan atau suatu acara tertentu, kemudian saat acara mulai ia menekan tombol rec hingga acara selesai tanpa merubah rubah posisi kamera ?. saya yakin di antara anda sering melihat hal tersebut. Wal hasil ketika telah tercipta menjadi suatu kepingan VCD/SVCD/DVD, hasilnya terlihat monoton dan sangat menjemukan sekali.

Solusi : walaupun dengan satu kamera jika seorang kameramen tersebut kreatif maka hasil dari lupatan nya akan memiliki konsep sehingga sang editor akan bisa membuatnya untuk tidak monoton. Sasaran utama sang kameramen memang pasangan pengantin di pelaminan, namun bukan berarti ia harus terus menerus kta ambil gambar nya, karena objek objek menarik lain sebagai pendukung lengkap nya suatu liputan juga tidak bisa di abaikan. Pengomparasian suatu gambar adalah salah satu solusi agar hasil liputan tidak terkesan monoton. Hal ini tentu nya juga tidak terlepas dari tekhnik editing dan kemampuan sang editor dalam mengolah hasil gambar dari sang kameramen.

  1. 2.       Gambar Penuh Noise dan Backlight

Kasus : gambar berbintik bintik karena gelap atau cahaya yang tidak cukup, dan objek yang gelap karena di belakang nya terdapat sinar lampu atau cahaya yang bertabarakan dengan arah                lensa kamera ( Backlight). Hal ini akan menimbulkan ketidak nyamanan kita melihat hasil liputan tersebut.

Solusi :

–    Gunakan lighting di tempat tempat yang kekurangan cahaya sekalipun siang hari

–    Gunakan Fasilitas manual untuk menghilangkan backlight di kamera ( jika ada ) untuk tempat tempat yang di rasa backlight.

  1. 3.       Gambar Tidak Beraturan

Kasus : Tentunya anda pernah melihat hasil luputan seperti layaknya gempa bumi. Selain hasilnya sangat tidak nyaman di lihat hal ini tentunya juga mencedrai citra kameramen yang seharusnya bisa bekerja sesau dengan porsi nya.

Solusi  :    

–          Hal di atas terkadang di akibatkan karena sang kameramen grogi, sehingga konsep yang di rancang sebelumnya menjadi blank, bahkan mengakibatkan gambar yang ia ambil juga tidak beraturan akibat pengaruh dengan kondisi psikologis yang tidak bisa ia kuasai. Maka solusi nya tenangkanfikiran dan berusaha fokus dengan apa yang anda kerjakan, bila perlu HP anda matikan dan jangan layani orang mengajak bicara jika tidak ada kaitan nya dengan pekerjaan anda, karena hal tersebut bisa mengganggu konsentrasi anda saat bekerja.

–          Gunakanlah Tripod atau monopod jika tidak memakai alat tersebut kondisikanlah tempat senayaman mungkin untuk bisa mengambil gambar dengan baik.

–          Jangan biasakan memakai LCD untuk melihat gambar, tapi pakailah Viewvinder sekalipun agak sedikit sulit, hal ini bertujuan supaya anda leboh fokus pada objek dan tidak terpengaruh dengan hgal hal lain.

Mungkn sekian dulu penjelasan dari saya, karena berhubung keterbatasan waktu saya akan menyambungnya lain kali, atau anda bisa menghubungi saya di 085245939788. dan anda juga melihat contoh hasil liputan kami di www.youtube.com/gunthuur          dan  www.klinikstudi.wordpress.com. Sekian terima kasih semoga bisa membantu.

SERIBU PULAU BERJUTA HARAPAN

Seribu Pulau Berjuta Harapan

( Dalam Kacamata Sang Film Maker)

Oleh : Miftahul Huda & Hasanan

A. Latar Belakang

Sebuah perjalanan panjang yang berujung pada realitas yang begitu menyedihkan, yaitu mengenai suatu kehidupan masyarakat kepulauan yang tertinggal dari berbagai sektor, di tambah lagi dengan berbagai  permasalahan yang terjadi dimasyarakat sudah sedemikian parah, bagaikan benang yang  kusut  begitu sulit dan payah nya untuk terurai, sehingga hampir di setiap sisi tidak ada celah penyelesaian yang tepat.

Salah satu Misi perjalanan kami adalah dalam rangka pembuatan film Dokumenter mengenai kehidupan masyarakat kepulauan. Film ini akan kami kemas secara faktual dengan mengangka realita yang dalam kehidupan masyarakat kepulauan. Namun demikian kami juga membuat perimbangan berita dalam memaparkan suatu masalah sehingga film yang kami suguhkan tidak terkesan berat sebelah atau terkesan berfihak kepada golongan tertentu, karena pada dasarnya pembuatan film pada kali ini kami lakukan secara independent tanpa ada campur tangan dari pihak manapun, dan dengan tegas kami katakan tidak ada yang bisa mengintervensi kami . Film ini kami buat semata mata  sebagai kontrol bagi masyarakat dan juga Pemerintah.

Perjalanan kami ke pulau pelapis di mulai dari tanggal 3 Desember 2011, dengan menyusuri sungai Rantau Panjang, kemudian melintasi beberapa desa pesisir hingga sampailah kami di pulau pelapis pada tanggal 4 Desember 2011. di tengah tengah perjalanan, kami begitu terkesan dengan potensi sumber daya alam dari kepulauan pelapis yang sudah tidak di ragukan lagi, namun sungguh di sayangkan sumber daya alam tersebut belum di kelola secara maksimal oleh pemerintah daerah. Terumbu karang, Pantai, hutan yang masih perawan hendaknya meski di manfaakan sebagai salah satu objek pariwisata, hal ini  di maksudkan agar menjadi aset bagi pemerintah daerah dan masyarakat, juga yang tidak kalah penting nya untuk menjaga kelestarian sumber potensi alam yang ada.

Rasa rasa nya memang begitu sulit berada di daerah kepulauan yang begitu jauh dari jangkauan informasi, di tambah lagi jalur transportasi hanya bisa di lakukan dengan menyeberangi laut, itupun tidak ada transportasi khusus yang melakukan rute dari daerah pesisir ke pulau pelapis. Benar adanya apabila di pulau pelapis pada saat ini memang masih terisolasi, Jalur Komunikasi telpon seluler juga sama sekali belum masuk, sehingga informasi terupdate begitu lamban sampai di daerah ini.

Ketika pertama kali kami menginjakkan kaki disana, kami juga sangat berkesan terhadap masyarakat kepulauan yang begitu ramah. Secara Ekonomi masyarakat kepulauan bisa di katakan rata rata mememiliki penghasilan lebih di bandingkan masyarakat pesisir pada umum nya. Bahkan jika di hitung  berdasarkan angka penghasilan, masyarakat yang rata rata berasal dari nelayan bisa mencapai Ratusan ribu bahkan jutaan rupiah per hari. Namun jika di hitung secara cermat penghasilan mereka yang besar tidak sesuai dengan minimnya fasilitas serta tingginya kebutuhan hidup yang harus mereka impor dari luar.

B. Tujuan

Tujuan Pembuatan Film ini kami maksudkan Sebagai berikut :

  1. Sebagai media netral bagai masyarakat dan pemerintah, juga kepada berbagai pihak terkait yang berkepentingan
  2. Menyajikan informasi yang akurat dan berimbang
  3. Mengungkap fakta yang sesungguhnya di sertainarasumber yang berimbang

C. Metode Pembuatan Film

Kami memiliki beberapa tahapan dalam proses pembuatan Film dokumenter ini, adapun tahapan tahapan tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Proses Pengumpulan Materi meliputi
  1. Pengambilan gambar ke lokasi secara langsung
  2. Pengumpulan data seperti : berkas data audio &Visual baik berupa Data Digital mapun data mentah.
  3. Interview dengan objek yang berkaitan dalam tema film
  4. Pengmpulan bukti otentik berupa apa saja yang berkaitan dengan konsep film
  5. Perbandingan antara semua materi yang telah di kumpulkan
  6. Materi yang berkaitan dengan Unsur; Syara, pornografi, Individualitas golongan, kepentingan pribadi/ golongan, fitnah, bertentangan dengan norma agama, adat istiadat, dan bertentangan dengan hukum tidak akan kami masukkan dalam materi film yang sesungguhnya.
  1. Proses Pengolahan data meliputi
  1. Setelah semua materi kami nyatakan valid, maka kami baru melakukan proses Editing untuk mengkomparasi semua materi sesuai dengan konsep film yang telah kami susun .
  2. Peninjauan kembali.

Setelah editing di nyatakan selesai, maka kami akan melakukan peninjauan kembali terhadap isi keseluruhan film, terutama dari konten film yang mengandung unsur unsur pada point ( 2 b ) di atas, akan kami cut. Hal ini kami lakukan agar kelak tidak akan terjadi masalah ketika film sudah terpublish.

D. Fokus Permasalahan & Pengembangan

Untuk lebih fokus pada pembahasan kami akan menguraikan beberapa pokok permasalahan yang akan di angkat dalam pembuatan film yang saat ini sedang dalam tahap proses pengumpulan serta pengolahan data.

Adapun Fokus permasalahan kami adalah sebagai berikut :

  1. 1.      Program Pemerintah Mengenai pemberdayaan Rumput Laut

Niat baik pemerintah kayong utara dalam memberikan kesejahteraan masyarakat nya memang patut di hargai dan pantas di acungi jempol, dari mulai memberikan pendidikan gratis dan kesehatan gratis bagi masyarakatnya, belum lagi program program pemberdayaan masyarakat yang sudah tidak terhitung jumlah nya. Dan perlu di maklumi dari sekian banyak program yang di jalankan tersebut ada sebagaian program yang berjalan dengan tertatih tatih bahkan ada yang sama sekali mogok ataupun gagal total. Demikianlah program Pemberdayaan Rumput laut yang telah di hembuskan Dinas Kelautan Dan perikanana KKU di nilai gagal Oleh masyarakat, khususnya para pengelola budidaya Rumput Laut Yang berada di Pulau Pelapis.

Dari sekian banyakNarasumber yang kami wawancarai tidak satupun yang berhasil menjalankan usaha budi daya rumput laut, bahkan mereka kecewa terhadap pihak DKP KKU yang terkesan cuci tangan dengan konflik yang mereka hadapi mengenai budidaya rumput laut yang sudah mereka jalankan. Permasalahan masyarkat pelapis pelaku budi daya rumput laut adalah sebagai berikut :

  1. Mereka telah mengalami banyak kerugian baik waktu maupun financial, Hal ini di akibatkan karena mereka mengeluarkan modal pribadi dalam menjalankan usaha rumput laut.
  2. Usaha pokok mereka sebagai penangkap ikan yang awalnya sebagai sumber mata pencaharian mereka menjadi terbengkalai karena mengurusi rumput laut yang pada akhirnya juga tidak mendatangkan hasil.
  3. Faslitas penunjang budidaya rumput laut tidak di sediakan oleh pemerintah, yang ada hanya hanya asrama, itupun pada saat ini sedang dalam proses pembangunan.
  4. Titik final nya ketika usaha rumput laut terbengkalai akibat fasilitas penunjang dan skil yang tidak di bekali pemerintah, saat ini sebagian masyarakat pelapis memiliki masalah baru di antara nya adalah ; mereka kehabisan modal karena sudah habis habisan membudidayakan rumput laut, bahkan ada sebagian masyarakat yang tidak lagi percaya kepada program pemerintah kecuali dengan persyaratan tertentu.
  1. 2.      Kondisi Pendidikan Yang Memprihatinkan

Maju mundurnya suatu bangsa/daerah sangat di tentukan oleh Pendidikan, dan sasaran Pendidikan pada saat ini terfokus pada generasi muda yang nanti nya akan membangun bangs ini menjadi lebih maju. Sungguh ironis, ketika pertama kali kami menijakkan kaki di kompleks sekolah terpadu Kepulauan pelapis kami hanya berjumpa dengan dua orang guru, itupun ia harus mengajar semua anak didik nya yang berada di SD Dan SMP. Pertanyaan yang muncul, Kemanakah para guru yang lain ?,

Menurut hasil penelusuran yang kami lakukan para dewan guru memang sedang banyak tidak di tempat, mereka  sedang melakukan Ujian Universitas Terbuka yang biasa di laksanakan dua hari saja, Namun menurut keterangan para siswa, para Dewan guru telah lebih dari dua hari bahkan telah lebih dari satu minggu tidak di tempat.

Apapun alasan sang dewan guru yang meninggalkan kewajiban tentu membuat para siswa kecewa, terutama mereka yang sudah menduduki bangku akhir sekolah, tentu nya Ujian Nasional tidak lama lagi akan mereka laksanakan. Tidak berlebihan apabila para siswa menuntut haknya untuk di bina, di didik serta di beri materi pelajaran, karena walau bagaimanapun hal tersebut merupakan suatu kewajiban bagi sang dewan guru yang telah mengucapkan sumpah dan janji menjadi seorang Pendidik. Dan hendak nya usaha jerih payah para siswa untuk pergi kesekolah harus di hargai, karena sebagaian dari mereka harus melewatimedanyang sulit untuk di lalui.

  1. 3.      Konidisi Fasilitas Sarana Dan Prasarana Yang Tidak Mencukupi

Sebagai daerah yang baru terlahir bisa di katakan wajar apabila semua fasilitas bisa di katakan sangat minim. sarana vital yang tidak terdapat di pulau pelapis saat ini adalah; tidak ada nya sarana Komunikasi dan informasi, kurang nya sarana transportasi antar pulau, kurang nya sarana Pendidikan Dan kesehatan, kurang nya bangunan aparatur pemerintah dan keamanan.

  1. 4.      Sumber Daya Alam Yang Belum Terkelola Dengan Baik

Siapa yang tidak tahu jika di daerah kepulauan khususnya pulau pelapis hasil alam nya begitu melimpah. Hasil alam yang tekenal dari pulau ini adalah laut nya yang menghasilkan Ikan melimpah. Namun sayang pengelolaan yang di lakukan masih belum maksimal, hal ini terbukti karena sebagain masyarakat masih melakukan metode menangkap ikan secara tradisional, di tambah lagi kurang nya sosialisasi dari pemerintah.

  1. 5.      Arus Modernisasi Yang Berdampak Buruk

Sesuatu yang membuat kami cukup heran di daerah kepulauan yang jauh dari hingar bingar nya dunia luar, adalah berita mengenai pemakaian Obat obatan terlarang serta beberapa pelanggaran Norma agama. Walaupun aktivitas tersebut hanya di lakukan oleh segelintir orang dengan cara sembunyi sembunyi namun cukup membuat kami terpenrangah, betapa tidak. Bagaiamana mungkin pulau yang seharusnya tidak mengenal dan jauh dari virus perusak semacam itu mulai terjangkit hingga telah merenggut korban nyawa. Begitu juga pergaulan para muda mudi juga mulai mengkhawatirkan, mereka bisa saja terjerumus pada tebing kehidupan yang curam jika mereka tidak mampu mengendalikan diri.

Hal ini merupakan dampak dari arus Moderen yang di salah artikan. Sejujurnya mereka juga tidak ingin mengendaki hal tersebut, namun apa daya walaupun mereka ada pada Area perawan, namun sayang areal tersebut tidak memiliki cukup keamanan dan pengawasan serta kurang nya pembinaan pembinaan untuk memperhatikan mereka yang memenag perlu di perhatikan. Dalam hal ini semua Elemen masyarakat dan pemerintah mesti bertanggung jawab untuk melakukan semua fungsi fungsi tersebut, karena walau bagaimana pun nasib negara ini ada di tangan mereka.

  1. 6.      Carut Marut Nya Kepemerintahan Desa Saat Ini

Seperti yang kami tuliskan pada halaman depan, masalah Kepemerintahan Desa Di pulau pelapis pada saat ini sedemikian rumit, ibarat seutas benang yang telah kusut dan sulit untuk terurai, begitulah gambaran yang terjadi pada saat ini di Desa Pelapis.

Dalam hal ini banyak komponen pemerintah dari mulai tingkat desa hingga tingkat Kabupaten yang harus ikut menyelesaikan permasalahan agar tidak terus berlarut larut, karena walau bagaimanapun masyarakat Desa pelapis sangat memerlukan pemimpin untuk membangun daerahnya, bagaimana mungkin suatu Kecamatan tidak memiliki pemimpin dalam satu desa, karena memang kebetulan Kecamatan Kepulauan terletak Di Desa Pelapis. Pertanyaan nya sampai kapan Hal ini akan terus bertahan ?.

E. Penutup

Demikianlah kira nya konsep dasar pembuatan Film “Seribu Pulau Berjuta Harapan “. Kira nya film ini dapat bermanfaat bagi masyarakat luas khususnya bagi masyarakat Pulau Pelapis dan sekitar nya.

Kayong utara 9 Desember 2011

Tim Film Maker

NO

Nama

Jabatan

Tanda Tangan

1. Hasanan Pemimpin Redaksi
2. Miftahul Huda Penulis Naskah/kameramen
3. Leo Waldy Editor
4 Rd. Jamruddin Sy Narator
By klinikstudio

TIPS MENINGKATKAN HASIL LIPUTAN BAGI “CAPENG” (Calon Pengantin)

Bukan hanya tehnik shooting atau kemampuan editing yang baik untuk menghasilkan video pernikahan yang bagus, tetapi dibutuhkan juga kerjasama dari pengantin, dan paling tidak sedikit pengetahuan pengantin terhadap beberapa hal mendasar mengenai cara pandang seorang kameramen dalam mendapat gambar yang baik. Dalam memaksimalkan hasil akhir video pernikahan, untuk lebih jelasnya silahkan download link di bawah ini:

Tips meningkatkan hasil video wedding pernikahan bagi Calon Pengantin (LINK DOWNLOAD)

By klinikstudio